Research and Community Services

WaNI (Water Monitoring IoT)

Air merupakan kebutuhan primer yang diperlukan oleh makhluk hidup termasuk manusia. Kualitas air perlu diperhatikan karena dapat mempengaruhi kualitas hidup manusia secara langsung sehingga penting untuk melakukan pengawasan kualitas air yang terintegrasi. Di era industri 4.0 ini, pengumpulan data tersebut telah berevolusi dari cara konvensional menuju cara modern dengan menggunakan internet atau biasa disebut Internet of Things (IoT).

Tim peneliti ITTelkom Surabaya, dengan bantuan dana Telkom Foundation, berhasil mendeteksi dan mengolah Informasi dari air yang mengalir. Informasi yang bisa diakses antara lain derajat asam basa (pH), kandungan oksigen, kekeruhan, dan konduktivitas. Data tersebut dikumpulkan untuk mengawal, menganalisa dan memperbaiki kualitas air, baik secara online maupun remote di beberapa titik. Prototype ini dapat digunakan untuk pelatihan dengan harapan peserta didik dapat mengembangkan dan meningkatkan skill nya dibidang ICT.

MAGE 5 (Multimedia and Game Event) merupakan kompetisi tingkat NASIONAL yang bergerak di bidang IT bagi para pelajar dan mahasiswa. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember sejak 1 Juni hingga 17 November 2019 ini memiliki banyak sub event yang sangat menarik. Mulai dari Development Competition, E-Sport, WorkShop, TalkShow hingga Olimpiade. Membawa tema ‘Raising a New World of Game and Technology Beyond Imagination’ dengan tujuan memfasilitasi semua kalangan masyarakat (khususnya generasi muda) untuk berkreasi dalam bidang teknologi digital sehingga dapat terbentuk generasi muda yang siap menghadapi perkembangan zaman.

Mochamad Fauzan Rasyid, Abdulloh Hamid Nushfi, dan Moch. Bagus Indrastata Purahita adalah mahasiswa prodi Teknik Elektro ‘18 yang berhasil menuai prestasi. Berangkat sebagai perwakilan dari  Institut Teknologi Telkom Surabaya dalam mengikuti Development Competition khususnya pada bidang IoT. Bermodalkan ide unik nan nyentrik ‘WANI ber-IoT’, posisi semifinalis berhasil mereka dapatkan.

Bermula dari pengamatan terhadap kondisi air di Indonesia yang agak buruk dan alat pembaca air yang masih manual, mereka pun menemukan sebuah solusi yang dapat memudahkan dalam proses monitoring kualitas air. ‘WANI ber-IoT’ atau Water Monitoring berbasis IoT adalah teknologi yang menawarkan fitur pengambilan data jarak jauh dan pemahaman sederhana mengenai kondisi air yang ingin diperiksa. Menurut Indra, idenya termasuk unik karena merupakan inovasi yang baru. “Ya soalnya kan belum ada kalau pengecekan air secara IoT,” pungkasnya saat ditanyai pada sesi wawancara.

Kepada Tim JOI, Indra menyampaikan sedikit pesan dan pelajaran yang ia dan rekannya dapat selama masa kompetisi, “Kerja sama tim, solidaritas, lebih bertanggung jawab, fokus, dan meskipun belum mendapatkan hasil yang maksimal namun harus tetap tabah.” (Desember 2019, Ray/Iren)

 

 

S-Robots (Logistics Robots)

Pekerjaan robot yang bekerja sama saat ini diramalkan sebagai perspektif baru dalam peningkatan kegiatan operasional. Dengan semankin meningkatnya tren kecerdasan buatan dan kemampuan, robotik segerombolan memastikan aplikasi gudang dan pengelolaan lebih banyak kecerdasan untuk banyak tugas yang menantang. Asistem robotika logistik pintar dapat dipandang sebagai prototipe sistem manajemen dan layanan cerdas di masa depan, dan mengungkapkan beberapa sifat penting dari komunitas pintar generasi berikutnya. Merancang platform komunikasi dan manajemen yang efisien dari robot swarm adalah salah satu tantangan dalam industri dan industri logistik pintar, terutama untuk kolaborasi dan koordinasi kegiatan yang kompleks. Penelitian pada prodi teknik elektro merujuk pada beberapa tantangan yang akan segera terjadi dari robotik segerombolan dalam bidang logistik dan meninjau beberapa implementasi terobosan untuk logistik generasi berikutnya.

Dibandingkan dengan bidang lain dalam industri, misalnya manufaktur, industri logistik memiliki lebih banyak tugas dan lebih banyak permintaan dengan berbagai pesanan setiap kali. Setiap pesanan individu, di bidang pengiriman, unik dalam hal pengiriman, penyortiran, dan metode pengepakan. Oleh karena itu, unit pemrosesan diharapkan memesan untuk adaptif, yang berarti kemampuan untuk mengirimkan barang yang benar ke alamat yang benar secara efisien dan memahami kebutuhan pribadi pengguna. Selain itu, meningkatnya jumlah pesanan membuat proses pengiriman hampir tidak mungkin secara manual. Misalnya, perusahaan mal online terbesar di Tiongkok, Alibaba, menerima 657 juta pesanan pengiriman hanya dalam satu hari. Otomasi dan teknologi intelijen yang kuat diperlukan untuk mencegah keterlambatan saat masalah terjadi.

Era teknologi industry 4.0 ditandai dengan teknologi yang sangat berperan dalam kehidupan manusia saat ini. Bahkan telah menjadi bagian yang mampu menggantikan perkerjaan manusia saat ini yaitu dibantu oleh suatu mesin. Adanya teknologi ini memungkinkan kemudahan yang lebih karena  segala sesuatu telah terhubung baik pengambilan ataupun pertukaran data dapat dilakukan melalui jaringan internet. Sehingga kapanpun dan dimanapun dapat dipantau dan dikendalikan bagi pihak yang berkepentingan selama terhubung dengan jaringan internet tersebut.

Dengan berkembangnya teknologi industry 4.0 ini, maka akan menimbulkan suatu perubahan  atau pergeseran keahlian yang dibutuhkan dan harus dimiliki sumber daya manusia di masa yang akan datang. Salah satu hal yang cukup berkembang pesat dan menjadi perhatian di era indutri 4.0 adalah Internet of Things (IOT). IoT (Internet of Things) memiliki kemampuan dalam menyambungkan dan memudahkan proses komunikasi antara mesin, perangkat, sensor, dan manusia melalui jaringan internet.  Keahlian di bidang ini sangat perlu dimiliki ke depannya oleh sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing dan mendukung kemajuan bangsa.

ITTelkom Surabaya sebagai salah satu institusi pendidikan melalui Program Studi Teknik Elektro mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan Internet of things bagi siswa siswi SMAN 1 SOOKO Mojokerto tepatnya pada tanggal 30 Oktober 2019 bertempat di ruang laboratorium Komputer. Kegiatan ini bertemakan “Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan Melalui Penerapan IOT Di SMAN 1 SOOKO” yang diikuti oleh 40 orang siswa maupun siswi dari kelas 12 dan 13 bidang studi IPA. Materi kegiatan ini berupa pengenalan Internet of Things bagi siswa siswi dan implementasi teknologi IOT untuk melakukan monitoring terhadap suhu dan kelembaban ruangan.  Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa siswi dapat mengenal dan mempelajari tentang teknologi IOT dan ke depan dapat menjadi pengalaman serta bekal bagi siswa-siswi untuk meraih cita-citanya sesuai minat dan bakat yang diinginkan.